01

GLORY LEADER ASSESSMENT

Tes atau asesmen psikologi yang digunakan untuk mengukur pola pikir (Mindset) seseorang—khususnya tentang bagaimana seseorang memandang kemampuan, tantangan, kegagalan, dan perkembangan dirinya. Tes ini sangat populer dalam konteks psikologi pendidikan, pengembangan diri, dan kepemimpinan. Mindset Test membantu seseorang menyadari bagaimana mereka memandang diri sendiri dan proses belajar. Ini penting karena mindset sangat memengaruhi motivasi, ketekunan, dan kesuksesan jangka panjang.

Aspek yang Diukur:

SECTION I. NILAI GLORY
God-Centered (Berpusatkan Allah) Loyal to Process (Setia pada Proses) Obedient to Truth (Berani Melakukan Kebenaran) Real Spirit of Excellence (Memberi yang Terbaik) Yielding Rights (Berkorban / Menyerahkan Hak)
DETAIL SECTION II: CORE VALUE: GROW IN TRUTH, COMPETENCE, CARE
Grow in Truth (Bertumbuh dalam Kebenaran) Grow in Competence (Bertumbuh dalam Keahlian) Grow in Care (Bertumbuh dalam Kepedulian)
DETAIL SECTION III: 10 FOKUS PEMIMPIN (THE 10 C OF LEADER'S FOCUS)
Customer (Pelanggan) Competitiveness (Daya Saing) Channel of Distribution (Saluran Distribusi) Core Competence (Kompetensi Inti) Culture and Character (Budaya dan Karakter) Collaboration (Kolaborasi) Commercial (Komersial) Community Development (Pengembangan Komunitas) Capital (Modal) Control (Pengawasan)
DETAIL SECTION IV: THE HAND OF THE LEADER — 5 PERAN LOVING HAND
Commander (Komandan) Communicator (Juru Bicara) Conductor (Pemimpin Orkestra) Converter (Pengubah) Comforter (Penghibur/Sahabat)
DETAIL SECTION V: MENGHADIRKAN KERAJAAN ALLAH DALAM BEKERJA (5P)
Purpose (Tujuan) People (Manusia) Product/Service (Produk/Jasa) Process (Proses) Profit (Keuntungan)



11

Coping Stress

Tes Coping Stress adalah alat asesmen psikologi yang digunakan untuk mengukur bagaimana seseorang mengatasi atau merespons stres. Tes ini bertujuan untuk memahami strategi coping (mekanisme penyesuaian diri) yang digunakan seseorang saat menghadapi tekanan, tantangan, atau masalah dalam hidup. Tes Coping Stress adalah alat untuk mengevaluasi cara seseorang merespons stres dan tantangan hidup. Tes ini membantu memahami apakah seseorang cenderung menyelesaikan masalah secara aktif atau menghindarinya secara emosional, serta memberikan wawasan untuk pengembangan strategi coping yang lebih baik.

Aspek yang Diukur:

Confrontative Coping
Anda cenderung secara aktif atau agresif mencari cara untuk mengatasi keadaan yang menekan.
Planful Problem Solving
Anda berusaha untuk mengubah keadaan secara hati-hati dengan menganalisis masalah yang dihadapi, membuat perencanaan pemecahan masalah, lalu memilih alternatif pemecahan masalah tersebut.
Seeking Social Support
Anda berusaha mencari dukungan dari pihak-pihak di luar diri Anda yang berupa dukungan emosional ataupun informasi.
Distancing
Anda cenderung berusaha melepaskan diri sejenak dan mengambil jarak dari masalah yang dihadapi.
Self Controlling
Anda berusaha untuk mengendalikan perasaan maupun tindakan yang akan diambil.
Accepting Responsibility
Anda sadar akan peran Anda dalam permasalahan yang dihadapi dan mencoba memperjelas masalah secara objektif.
Escape Avoidance
Anda memiliki sedikit kecenderungan berusaha menghindari atau melarikan diri dari permasalahan dengan cara menyangkal.
Positive Reappraisal
Anda sangat berusaha menciptakan makna positif yang lebih ditujukan untuk pengembangan pribadi, juga melibatkan hal-hal yang religius.
12

Personal Values

Personal values atau nilai-nilai pribadi adalah prinsip, keyakinan, atau standar internal yang menjadi pedoman bagi seseorang dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Nilai-nilai ini mencerminkan apa yang dianggap penting dan bermakna oleh individu dalam hidupnya. Tes personal values bukan sekadar tes psikologis biasa, tapi alat refleksi diri yang kuat untuk hidup lebih otentik, terarah, dan bermakna.

Aspek yang Diukur:

Schwartz Value Survey (SVS)
Rokeach Value Survey
Barrett Values Centre Assessment
13

Locus of Control

Tes Locus of Control adalah alat psikologi yang digunakan untuk mengetahui bagaimana seseorang memandang penyebab dari peristiwa yang terjadi dalam hidupnya—apakah dia merasa memiliki kendali atas hidupnya, atau merasa bahwa hidupnya dikendalikan oleh faktor eksternal seperti nasib, orang lain, atau keberuntungan. Tes Locus of Control adalah alat reflektif yang berguna untuk memahami seberapa besar kamu merasa bertanggung jawab atas hidupmu. Ini bisa menjadi langkah awal untuk perubahan sikap, pengembangan pribadi, dan membangun hidup yang lebih sadar dan terarah.

Aspek yang Diukur:

Internal Locus of Control
External Locus of Control
16

Adversity Quotient Test (AQ)

Adversity Quotient Test adalah alat psikologi yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menghadapi, mengatasi, dan bangkit dari kesulitan atau tantangan hidup. Konsep Adversity Quotient (AQ) diperkenalkan oleh Dr. Paul G. Stoltz, dan AQ dianggap sebagai ukuran "daya tahan mental" seseorang—seberapa baik seseorang mampu bertahan dan tetap produktif dalam situasi sulit.

Aspek yang Diukur:

Control
Kemungkinan Anda merespon peristiwa-peristiwa buruk sebagai sesuatu yang sekurang-kurangnya berada dalam kendali Anda, tergantung pada besarnya peristiwa tersebut. Anda mungkin bukan seseorang yang mudah berkecil hati, tetapi Anda akan mengalami kesulitan mempertahankan perasaan mampu memegang kendali terhadap kemunduran-kemunduran atau tantangan-tantangan yang lebih berat.
Origin Ownership
Anda merespon peristiwa-peristiwa yang penuh dengan kesulitan sebagai sesuatu yang kadang-kadang berasal dari luar dan kadang-kadang berasal dari diri Anda sendiri. Anda menganggap diri Anda ikut bertanggung jawab terhadap akibat-akibat yang timbul dari suatu masalah. Anda membatasi tanggung jawab Anda hanya pada hal-hal dimana Anda adalah penyebab langsung permasalahan tersebut dan tidak memberikan lebih banyak kontribusi.
Reach
Anda merespon peristiwa-peristiwa yang mengandung kesulitan sebagai sesuatu yang spesifik namun terkadang Anda membiarkan peristiwa-peristiwa tersebut masuk ke wilayah lain dalam kehidupan Anda. Pada saat Anda mengalami kekecewaan, mungkin saja Anda menganggap hal tersebut sebagai malapetaka dan mengandalkan orang lain untuk menarik Anda keluar dari sumur emosional yang Anda bangun sendiri.
Endurance
Semakin besar kemungkinan Anda memandang kesulitan dan penyebab-penyebabnya sebagai peristiwa yang berlangsung lama, dan menganggap peristiwa-peristiwa positif sebagai sesuatu yang bersifat sementara. Akibatnya akan memunculkan perasaan tidak berdaya atau hilang harapan.
17

EQ

Tes EQ atau tes Emotional Quotient (Kecerdasan Emosional) adalah alat ukur untuk mengetahui sejauhmana seseorang mampu: 1. Mengenali emosinya sendiri 2. Mengelola emosi secara sehat 3. Mengenali emosi orang lain (empati) 4. Menjalin hubungan sosial yang positif 5. Mengambil keputusan berdasarkan pemahaman emosional.

Aspek yang Diukur:

Motivasi Diri (Self-Motivation)
Pengelolaan Diri (Self-Regulation / Self-Management)
Empati (Social Awareness)
Kesadaran Diri (Self-Awareness)
Keterampilan Sosial (Relationship Management)