I.1.1. Saya memulai keputusan-keputusan penting dalam bisnis/pekerjaan dengan berdoa dan mencari kehendak Tuhan terlebih dahulu, bukan sekadar mengandalkan insting atau data pasar semata.
I.1.2. Saya menyadari dan mengakui bahwa bisnis/pekerjaan yang saya jalankan adalah titipan dan amanah dari Tuhan, bukan sepenuhnya hasil usaha saya sendiri.
I.1.3. Ketika bisnis sedang di puncak kesuksesan, saya tetap mengarahkan kemuliaan dan ucapan syukur kepada Tuhan, bukan membanggakan diri sendiri.
I.1.4. Praktik ibadah/rohani saya (doa, refleksi Firman) secara nyata memengaruhi cara saya bersikap dan mengambil keputusan di tempat kerja, bukan hanya ritual yang terpisah dari pekerjaan.
I.1.5. Saya secara sadar menjadikan Allah sebagai pusat tujuan hidup dan karier saya, bukan uang, jabatan, atau pengakuan orang lain.
I.2.1. Saya tetap menempuh proses kerja yang benar dan bertahap, sekalipun ada jalan pintas yang bisa mempercepat hasil namun berisiko melanggar prinsip kebenaran.
I.2.2. Saya tidak mudah putus asa atau menyerah ketika usaha/pekerjaan saya menghadapi masa-masa sulit dan hasil belum terlihat dalam waktu yang saya harapkan.
I.2.3. Saya percaya bahwa hasil yang baik dan bertahan lama biasanya lahir dari proses yang panjang, sehingga saya tidak tergoda oleh pola pikir "ingin cepat kaya/sukses".
I.2.4. Saya mengevaluasi setiap tahap proses kerja saya secara berkala, bukan hanya berfokus pada hasil akhir semata.
I.2.5. Saya mengajarkan dan menanamkan nilai kesetiaan pada proses kepada tim/karyawan saya, bukan hanya menuntut hasil instan dari mereka.
I.3.1. Saya berani mengambil keputusan bisnis yang benar secara hukum dan moral (pajak, kontrak, mutu produk), meskipun secara finansial terlihat kurang menguntungkan dalam jangka pendek.
I.3.2. Saya menolak melakukan praktik yang bertentangan dengan Firman Tuhan (menyuap, memalsukan laporan, korupsi) sekalipun praktik tersebut dianggap lazim di industri saya.
I.3.3. Saya tetap teguh pada kebenaran meski harus "berani menjadi benar meskipun sendirian", tanpa dukungan rekan-rekan yang mungkin melakukan hal berbeda.
I.3.4. Saya bersedia menanggung risiko atau kerugian jangka pendek demi menjaga integritas dan kebenaran dalam menjalankan bisnis/pekerjaan saya.
I.3.5. Saya secara konsisten mengoreksi diri ketika saya menyadari ada tindakan atau kebijakan dalam bisnis saya yang menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan.
I.4.1. Saya tetap memberikan hasil kerja terbaik saya meskipun tidak ada atasan, klien, atau pihak lain yang mengawasi secara langsung.
I.4.2. Saya secara konsisten mencari cara untuk berinovasi dan memperbaiki kualitas produk/layanan/proses kerja saya, bukan sekadar puas dengan standar minimal.
I.4.3. Saya memperlakukan setiap pekerjaan, sekecil apa pun, sebagai persembahan untuk Tuhan ("seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia"), bukan sekadar rutinitas.
I.4.4. Saya bersedia mengoreksi dan meningkatkan diri ketika menerima masukan atau kritik mengenai kualitas kerja saya, alih-alih bersikap defensif.
I.4.5. Saya menanamkan budaya semangat memberi yang terbaik (excellence) kepada tim saya, bukan sekadar menuntut mereka menyelesaikan tugas seadanya.
I.5.1. Saya bersedia mengorbankan kepentingan atau keuntungan pribadi saya demi kebaikan tim, pelanggan, atau pemangku kepentingan lain dalam bisnis saya.
I.5.2. Ketika terjadi konflik kepentingan antara hak pribadi saya dan kepentingan bersama, saya lebih memilih mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri.
I.5.3. Saya mampu merelakan atau menyerahkan hak (misalnya warisan, kepemilikan, jabatan) kepada pihak lain ketika hal itu memang yang benar dan adil untuk dilakukan.
I.5.4. Saya tidak menuntut pengakuan, pujian, atau balas jasa berlebihan atas kontribusi yang saya berikan dalam bisnis atau pekerjaan.
I.5.5. Saya meneladani sikap rendah hati dan rela berkorban Kristus dalam cara saya memperlakukan rekan kerja, karyawan, dan mitra bisnis saya.
II.1.1. Saya menjalankan bisnis/pekerjaan saya dengan sistem yang bersih dan legal (perpajakan, perizinan, kontrak), tanpa kompromi demi keuntungan sesaat.
II.1.2. Saya mengubah kebiasaan atau gaya hidup pribadi/keluarga yang boros atau tidak sehat secara finansial menjadi lebih bertanggung jawab dan sesuai kebenaran Firman.
II.1.3. Saya berani mengambil keputusan yang tidak populer (mengubah kebijakan lama, menolak praktik curang) demi menegakkan kebenaran dalam organisasi saya.
II.1.4. Saya secara konsisten membedakan antara "kebenaran versi manusia/dunia" (yang relatif, tergantung siapa yang sukses/berkuasa) dengan kebenaran Firman Tuhan yang mutlak.
II.1.5. Saya bersedia membayar harga (biaya operasional lebih tinggi, kehilangan klien tertentu) demi menjalankan bisnis secara benar dan legal.
II.1.6. Saya secara rutin merenungkan dan membaca Firman Tuhan sebagai sumber kebenaran yang membentuk prinsip bisnis dan kehidupan saya.
II.1.7. Saya berani menjadi "benar sendirian" ketika rekan-rekan atau kompetitor di sekitar saya melakukan praktik yang menyimpang dari kebenaran.
II.1.8. Saya melatih diri untuk tidak kompromi dan tidak mudah khawatir/tidak percaya akan penyertaan Tuhan, sekalipun tekanan bisnis besar.
II.1.9. Saya menerapkan prinsip kebenaran bukan hanya pada hal besar (keputusan strategis) tetapi juga hal-hal kecil dalam operasional harian.
II.1.10. Saya memiliki rencana atau langkah konkret untuk terus bertumbuh dalam kebenaran, dan mengevaluasi perkembangannya secara berkala.
II.2.1. Saya secara aktif meningkatkan kompetensi manajerial saya (sistem, administrasi, keuangan) agar bisnis/pekerjaan saya makin profesional dan tersistematis.
II.2.2. Saya memanfaatkan teknologi (website, sistem digital, otomatisasi) untuk meningkatkan efisiensi dan menjangkau pelanggan baru.
II.2.3. Saya mencari bantuan profesional (konsultan pajak, akuntan, mentor bisnis) ketika saya menyadari keterbatasan kompetensi saya di bidang tertentu.
II.2.4. Saya berinvestasi dalam pembaruan peralatan/mesin/sistem kerja agar proses menjadi lebih efisien, bukan sekadar mempertahankan cara lama.
II.2.5. Saya menentukan prioritas pembelajaran (skala pareto) di antara banyaknya ilmu baru yang tersedia, bukan mencoba mempelajari semuanya tanpa arah.
II.2.6. Saya secara konsisten menerapkan teori/ilmu yang saya pelajari ke dalam praktik nyata sehari-hari, bukan sekadar mengumpulkan pengetahuan.
II.2.7. Saya mengembangkan kompetensi saya secara menyeluruh: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), sikap (attitude), dan nilai (value), bukan hanya satu aspek.
II.2.8. Saya merapikan dan menyistemkan administrasi, keuangan, dan operasional bisnis saya agar dapat diaudit dan dikembangkan dengan baik.
II.2.9. Saya secara rutin mengevaluasi apakah kompetensi tim saya sudah memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis, dan melakukan pelatihan bila diperlukan.
II.2.10. Saya melihat tantangan atau masalah bisnis sebagai kesempatan belajar untuk meningkatkan keahlian, bukan sekadar beban yang harus dihindari.
II.3.1. Saya secara aktif mendoakan karyawan dan rekan bisnis saya, bukan hanya memperlakukan mereka sebagai alat produksi.
II.3.2. Saya memberi kompensasi (gaji, insentif) yang layak dan terus saya evaluasi agar sepadan dengan kontribusi karyawan saya.
II.3.3. Saya melatih dan mendidik karyawan saya untuk bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab, bukan hanya menuntut hasil kerja.
II.3.4. Saya membagikan prinsip-prinsip hidup yang benar kepada karyawan/tim saya, tidak hanya berfokus pada target bisnis semata.
II.3.5. Saya tidak menempatkan uang/keuntungan lebih tinggi daripada hubungan dan kesejahteraan manusia di sekitar saya.
II.3.6. Saya memperhatikan kesejahteraan pemasok, mitra, dan komunitas sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab bisnis saya, bukan hanya pelanggan dan pemegang saham.
II.3.7. Saya bersedia berbagi berkat/keuntungan bisnis saya untuk membantu orang lain yang membutuhkan, tanpa merasa itu mengurangi keberhasilan saya.
II.3.8. Saya melatih diri untuk tidak egois dan tidak serakah (ingin lebih dan lebih lagi) dalam mengelola keuntungan bisnis saya.
II.3.9. Saya tahu bersyukur dan berterima kasih atas kontribusi orang lain dalam kesuksesan bisnis saya, bukan menganggapnya semata hasil usaha sendiri.
II.3.10. Saya memiliki rencana atau tindakan konkret untuk terus bertumbuh dalam kepedulian terhadap orang-orang di sekitar pekerjaan/bisnis saya.
III.1.1. Saya memahami dengan jelas siapa pelanggan utama bisnis saya beserta kebutuhan dan harapan mereka.
III.1.2. Saya secara rutin mengumpulkan dan menindaklanjuti umpan balik (feedback) dari pelanggan untuk perbaikan produk/layanan.
III.1.3. Saya memiliki sistem untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk/jasa yang saya tawarkan.
III.1.4. Saya memperlakukan pelanggan dengan kejujuran dan tidak memanfaatkan ketidaktahuan mereka demi keuntungan sepihak.
III.1.5. Saya memiliki strategi untuk mempertahankan pelanggan lama sekaligus menjangkau pelanggan baru secara berimbang.
III.2.1. Saya memahami dengan baik posisi bisnis saya dibandingkan pesaing utama di industri yang sama.
III.2.2. Saya secara rutin mengevaluasi keunggulan kompetitif (harga, kualitas, layanan, inovasi) yang membedakan bisnis saya dari pesaing.
III.2.3. Saya memiliki strategi konkret untuk meningkatkan daya saing bisnis saya di tengah perubahan pasar.
III.2.4. Saya tidak bersaing dengan cara yang merugikan/curang (menjatuhkan reputasi pesaing, perang harga tidak sehat), melainkan dengan cara yang etis.
III.2.5. Saya cukup gesit beradaptasi terhadap perubahan tren, teknologi, atau kebutuhan pasar agar bisnis saya tetap relevan.
III.3.1. Saya memiliki saluran distribusi (offline/online/mitra) yang efektif untuk menjangkau target pasar saya.
III.3.2. Saya secara berkala mengevaluasi efisiensi dan efektivitas saluran distribusi yang saya gunakan saat ini.
III.3.3. Saya menjalin hubungan yang adil dan saling menguntungkan dengan mitra distribusi/reseller/agen saya.
III.3.4. Saya terbuka mengeksplorasi saluran distribusi baru (digital, marketplace, kemitraan) untuk memperluas jangkauan bisnis.
III.3.5. Saya memastikan produk/jasa saya sampai ke pelanggan tepat waktu dan dalam kondisi yang baik melalui saluran distribusi yang saya kelola.
III.4.1. Saya dapat mengidentifikasi dengan jelas kompetensi inti (keunggulan unik) yang membedakan bisnis/organisasi saya dari yang lain.
III.4.2. Saya secara konsisten mengembangkan dan memperdalam kompetensi inti tersebut, bukan mencoba menguasai segala hal secara dangkal.
III.4.3. Saya memastikan tim/karyawan saya memiliki kompetensi yang relevan dan terus diperbarui sesuai kebutuhan bisnis.
III.4.4. Saya tidak mudah tergoda untuk melebarkan bisnis ke bidang yang jauh dari kompetensi inti saya tanpa perhitungan matang.
III.4.5. Saya menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk pelatihan/pengembangan kompetensi inti tim secara berkelanjutan.
III.5.1. Saya secara sengaja membangun budaya kerja yang mencerminkan nilai-nilai kebenaran dan integritas di organisasi saya.
III.5.2. Saya menjadi teladan (role model) karakter yang baik bagi tim saya, bukan hanya menuntut mereka berkarakter baik.
III.5.3. Saya memiliki cara untuk menanamkan dan menjaga budaya organisasi tetap konsisten meski tim/perusahaan bertumbuh.
III.5.4. Saya menindaklanjuti dengan tegas ketika ada penyimpangan budaya/karakter (kecurangan, ketidakjujuran) dalam organisasi saya.
III.5.5. Saya melibatkan seluruh anggota tim dalam membangun dan menjaga budaya kerja yang positif dan sehat.
III.6.1. Saya mendorong kolaborasi lintas divisi/fungsi dalam organisasi saya untuk mencapai tujuan bersama.
III.6.2. Saya membangun kemitraan strategis dengan pihak eksternal (bisnis lain, komunitas, lembaga) yang saling menguntungkan.
III.6.3. Saya mampu menyatukan individu dengan karakter dan talenta berbeda menjadi tim yang solid dan saling melengkapi.
III.6.4. Saya menyelesaikan konflik antar-tim atau antar-divisi dengan pendekatan kolaboratif, bukan otoriter atau menghindar.
III.6.5. Saya secara rutin memfasilitasi forum/rapat untuk mendorong sinergi dan berbagi informasi antar-tim.
III.7.1. Saya memahami dengan baik model bisnis (business model) dan sumber pendapatan utama organisasi saya.
III.7.2. Saya secara rutin mengevaluasi kinerja komersial (penjualan, margin, pertumbuhan) bisnis saya terhadap target yang ditetapkan.
III.7.3. Saya mampu menyeimbangkan antara mengejar pertumbuhan komersial dengan menjaga prinsip kebenaran dan integritas.
III.7.4. Saya memiliki strategi harga dan penjualan yang kompetitif namun tetap adil bagi pelanggan dan pemasok.
III.7.5. Saya melakukan negosiasi bisnis secara adil, tidak memojokkan/mengeksploitasi pemasok atau mitra demi keuntungan sepihak.
III.8.1. Saya melihat bisnis/pekerjaan saya sebagai sarana untuk memberi dampak positif bagi komunitas sekitar, bukan sekadar mencari keuntungan.
III.8.2. Saya memiliki program atau inisiatif nyata (CSR, pemberdayaan, donasi) yang berkontribusi pada pengembangan komunitas.
III.8.3. Saya melibatkan karyawan/tim dalam kegiatan yang berdampak sosial bagi masyarakat sekitar.
III.8.4. Saya mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dari operasional bisnis saya, bukan hanya dampak finansial.
III.8.5. Saya secara konsisten mengalokasikan sebagian sumber daya (waktu, dana, keahlian) untuk kepentingan komunitas yang lebih luas.
III.9.1. Saya mengelola modal/keuangan bisnis saya secara bijak dan bertanggung jawab, sesuai prinsip "pengelola yang setia".
III.9.2. Saya memiliki perencanaan keuangan (cash flow, investasi, cadangan dana) yang sehat untuk keberlangsungan bisnis.
III.9.3. Saya tidak melakukan ekspansi atau investasi berlebihan yang tidak sesuai dengan kemampuan dan kompetensi inti bisnis saya.
III.9.4. Saya transparan dan akuntabel dalam melaporkan penggunaan modal/keuangan kepada pemangku kepentingan yang berhak mengetahuinya.
III.9.5. Saya menyeimbangkan antara reinvestasi untuk pertumbuhan bisnis dan memberi (kepada karyawan, komunitas, pelayanan) dari keuntungan yang diperoleh.
III.10.1. Saya memiliki sistem pengawasan/kontrol internal yang memadai untuk mencegah penyimpangan dalam operasional bisnis.
III.10.2. Saya secara rutin melakukan evaluasi (Plan-Do-Check-Action) terhadap seluruh proses bisnis untuk memastikan berjalan sesuai rencana.
III.10.3. Saya menerapkan pengawasan dengan cara yang membangun kepercayaan, bukan menciptakan rasa takut atau tertekan pada tim.
III.10.4. Saya memiliki indikator kinerja (KPI) yang jelas dan terukur untuk memantau kesehatan bisnis secara berkala.
III.10.5. Saya menindaklanjuti dengan cepat dan tegas setiap temuan penyimpangan atau ketidaksesuaian dari hasil pengawasan.
IV.1.1. Saya mampu menentukan arah dan tujuan organisasi/tim dengan jelas dan dapat dipahami semua anggota.
IV.1.2. Saya mampu menggerakkan seluruh anggota tim untuk bergerak searah dengan visi dan tujuan yang telah ditetapkan.
IV.1.3. Saya berani mengambil keputusan tegas dan cepat pada situasi yang membutuhkan arahan segera.
IV.1.4. Saya mengomunikasikan target dan prioritas kerja dengan jelas sehingga tim tidak kebingungan menentukan fokus.
IV.1.5. Tim saya memahami dengan baik apa yang saya harapkan dari mereka tanpa perlu penjelasan berulang-ulang.
IV.2.1. Saya berkomunikasi secara terbuka dan tulus dengan tim saya, tidak menyembunyikan informasi penting yang mereka butuhkan.
IV.2.2. Saya menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis, di mana anggota tim berani menyampaikan pendapat atau kekhawatiran.
IV.2.3. Saya secara aktif mendengarkan sebelum memberi tanggapan atau instruksi kepada tim saya.
IV.2.4. Saya mampu menjelaskan hal-hal kompleks/teknis dengan cara yang mudah dipahami oleh berbagai lapisan anggota tim.
IV.2.5. Saya memberi umpan balik (feedback) secara rutin dan konstruktif, tidak hanya saat terjadi masalah.
IV.3.1. Saya mampu menyatukan individu dengan karakter dan talenta berbeda menjadi "super team" yang solid dan saling melengkapi.
IV.3.2. Saya menempatkan setiap anggota tim pada posisi/peran yang sesuai dengan kekuatan dan talenta mereka (the right man in the right place).
IV.3.3. Saya mampu menyelaraskan ritme kerja tim agar tidak ada yang bekerja berlebihan sementara yang lain kurang berkontribusi.
IV.3.4. Saya mengenali dengan baik kekuatan dan kelemahan setiap anggota tim saya secara individual.
IV.3.5. Saya berhasil menciptakan sinergi tim yang menghasilkan kinerja lebih besar daripada jumlah kontribusi individu.
IV.4.1. Saya berhasil mengembangkan karyawan/anggota tim biasa menjadi individu yang luar biasa dalam kinerjanya.
IV.4.2. Saya memberi kesempatan dan tantangan yang mendorong tim saya untuk bertumbuh melampaui batas kemampuan mereka saat ini.
IV.4.3. Saya memiliki program pengembangan (coaching, mentoring, pelatihan) yang nyata untuk memaksimalkan potensi anggota tim.
IV.4.4. Saya mampu melihat potensi tersembunyi dalam diri anggota tim yang bahkan belum mereka sadari sendiri.
IV.4.5. Saya berhasil membawa anggota tim yang sudah baik menjadi unggul/juara di bidangnya (bukan sekadar mempertahankan status quo).
IV.5.1. Saya hadir sebagai pribadi yang menyenangkan dan dapat dijadikan sahabat oleh tim saya, baik dalam maupun luar pekerjaan.
IV.5.2. Saya memberi dukungan emosional kepada anggota tim yang sedang mengalami kesulitan pribadi atau pekerjaan.
IV.5.3. Saya meluangkan waktu untuk berinteraksi secara personal dengan tim saya, tidak hanya membahas pekerjaan/target.
IV.5.4. Anggota tim saya merasa nyaman untuk berbagi masalah atau kekhawatiran mereka kepada saya.
IV.5.5. Saya mampu menciptakan suasana kerja yang hangat dan kekeluargaan, sehingga tempat kerja terasa seperti "rumah kedua".
V.1.1. Saya memiliki tujuan akhir bisnis/pekerjaan yang berpusat pada Tuhan, bukan sekadar "untukku, untukku, dan untukku".
V.1.2. Saya berani mengambil keputusan sulit (menghentikan lini produk, menolak peluang tertentu) demi menjaga tujuan bisnis yang mulia dan sesuai kebenaran.
V.1.3. Bisnis/pekerjaan saya memiliki dampak spiritual yang nyata ? menularkan semangat "bekerja seperti ibadah" kepada orang di sekitar saya.
V.1.4. Bisnis/pekerjaan saya memiliki dampak sosial nyata bagi karyawan, pelanggan, dan masyarakat luas, bukan hanya mengejar keuntungan pribadi.
V.1.5. Bisnis/pekerjaan saya memperhatikan dampak lingkungan, tidak merusak alam demi keuntungan finansial semata.
V.1.6. Saya secara berkala meninjau ulang apakah tujuan bisnis saya masih selaras dengan rencana dan panggilan Tuhan, dan menyesuaikannya bila diperlukan.
V.2.1. Saya memperlakukan karyawan/kolega sebagai "titipan Tuhan" yang harus saya kembangkan, bukan sekadar sumber daya produksi.
V.2.2. Saya berinvestasi waktu, perhatian, dan dukungan nyata untuk membuat orang-orang di sekitar saya menjadi pribadi yang lebih baik.
V.2.3. Saya tidak mempermalukan atau merendahkan nama Tuhan melalui cara saya memperlakukan staf/karyawan saya (marah berlebihan, merendahkan, dsb).
V.2.4. Saya bersedia menghadapi tantangan dalam mengelola SDM (karyawan yang sulit, tidak tahu berterima kasih) dengan kesabaran dan kasih, bukan dengan menyerah atau sinis.
V.2.5. Saya melihat pekerjaan mengelola manusia sebagai bagian dari panggilan pelayanan saya, bukan sekadar beban administratif.
V.2.6. Saya secara konsisten mendampingi dan membimbing karyawan/tim agar bekerja dengan dedikasi "seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia".
V.3.1. Produk/jasa yang saya tawarkan benar-benar membawa manfaat dan membantu pelanggan, bukan sekadar menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.
V.3.2. Saya menolak menjual atau memproduksi barang/jasa yang saya tahu merugikan atau menipu pelanggan (barang palsu, kualitas buruk yang disembunyikan), meskipun menguntungkan.
V.3.3. Produk/jasa saya membawa "damai sejahtera" bagi yang menggunakannya, bukan menimbulkan masalah atau kerugian bagi mereka.
V.3.4. Saya secara jujur menyampaikan kelebihan maupun keterbatasan produk/jasa saya kepada pelanggan, tanpa melebih-lebihkan atau menutupi kekurangan.
V.3.5. Saya terus berupaya meningkatkan mutu dan nilai produk/jasa saya agar semakin bermanfaat bagi penggunanya.
V.3.6. Saya mempertimbangkan aspek etika (bukan hanya keuntungan) dalam menentukan jenis produk/jasa apa yang akan saya kembangkan atau hentikan.
V.4.1. Proses kerja bisnis saya menjalankan prinsip "efektif, efisien, dan etis", bukan hanya mengejar efisiensi dan keuntungan semata.
V.4.2. Saya membayar pemasok/mitra tepat waktu dan bernegosiasi secara adil, bukan dengan mentalitas "tawar serendah mungkin, bayar selambat mungkin".
V.4.3. Saya menghormati kekayaan intelektual dan hak milik orang lain dalam menjalankan proses bisnis saya.
V.4.4. Saya tidak menyalahgunakan aset/fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi yang tidak berhubungan dengan tanggung jawab kerja.
V.4.5. Saya memiliki cara-cara praktis untuk memberkati dan berterima kasih kepada pelanggan dan pemasok setia saya, bukan hanya melihat mereka sebagai sumber uang.
V.4.6. Saya secara sadar membangun "God Corporate Governance" ? tata kelola perusahaan berdasarkan prinsip Tuhan ? melampaui sekadar kepatuhan hukum formal.
V.5.1. Saya mengelola keuntungan bisnis saya sebagai "pengelola yang bijak dan setia", bukan sebagai pemilik mutlak yang bebas menggunakannya semaunya.
V.5.2. Saya menginvestasikan sebagian keuntungan saya ke dalam Tujuan Abadi (pelayanan, memberi, berkat bagi orang lain), bukan hanya untuk meningkatkan gaya hidup pribadi.
V.5.3. Saya menghindari godaan untuk melakukan ekspansi berlebihan atau investasi serakah yang didorong oleh keinginan "menjadi kaya dengan cepat".
V.5.4. Saya percaya bahwa tujuan berkat Tuhan dalam pekerjaan saya adalah untuk memperbesar kapasitas memberi, bukan sekadar menaikkan standar hidup saya.
V.5.5. Saya transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola dan melaporkan keuntungan bisnis kepada pihak-pihak yang berhak mengetahuinya.
V.5.6. Saya secara berkala mengevaluasi apakah cara saya mengelola keuntungan sudah mencerminkan hati sebagai pengelola yang setia terhadap Sang Pemilik Utama (Tuhan).